Interaksi Sosial by Fadhilah Amir M.
Interaksi
Sosial
Mata Kuliah
Sosiologi Komunikasi
Disusun Oleh :
Fadhilah Amir
Mu’minin (B95219097)
Dosen:
Abu Ahmad
Bustomi
Program Studi Ilmu Komunikasi
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
2020
1. 1. Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi Sosial adalah
berbagai hubungan sosial yang berkaitan dengan hubungan antar individu, antar
individu dengan kelompok serta kelompok dengan kelompok. Jika tidak
ada interaksi sosial, maka di dunia ini tidak ada kehidupan bersama.
Selain itu, proses sosial merupakan interaksi timbal balik atau disebut
sebagai hubungan yang saling mempengaruhi antara manusia yang satu dengan
lainnya dan hubungan ini berlangsung seumur hidup di masyarakat.
Menurut Shaw interaksi sosial adalah pertukaran pribadi yang dapat
menunjukkan perilaku satu sama lain. Setiap perilaku tersebut akan mempengaruhi
satu sama lain. Thibut dan Kelley juga mengatakan hal yang sama.
Mereka berpendapat bahwa interaksi sosial adalah kejadian yang mempengaruhi
satu sama lain saat dua orang hadir bersama. Intinya, jika dua orang
atau lebih bertemu bersama dan dapat menciptakan tindakan yang
mempengaruhi satu sama lain, maka ini disebut sebagai interaksi sosial karena
mereka melakukan komunikasi.
Jadi dalam interaksi, setiap tindakan seseorang berguna untuk mempengaruhi
individu lain. Bonner mengatakan bahwa interaksi adalah hubungan antara dua
orang atau lebih dan tindakan individu dapat mempengaruhi atau mengubah
individu lain.
Dari semua pengertian yang telah disampaikan oleh para ahli, maka dapat
disimpulkan bahwa Pengertian
Interaksi sosial adalah “Suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia,
dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki
kelakuan individu yang lain, atau sebaliknya”. Interaksi sosial tidak hanya berbicara tentang tindakan namun tindakan
tersebut dapat mempengaruhi individu lain.
2.
Syarat – Syarat Interaksi Sosial
·
Kontak
Sosial
kontak sosial
adalah aksi kelompok atau individu yang diwujudkan dalam bentuk isyarat dan
mempunyai makna untuk penerima dan pelaku. Penerima akan membalas aksi dengan
reaksi. Kontak dapat dibedakan berdasarkan tingkat hubungan, bentuk, sifat, dan
cara.
i.
Berdasarkan Caranya
Kontak dapat dibedakan dari caranya yakni kontak langsung dan
tidak langsung. Kontak langsung terjadi dari sentuhan fisik seperti bahasa
isyarat, tersenyum, dan berbicara. Sedangkan kotak tidak langsung dilakukan
dengan media tertentu seperti surat, telegram, televisi radio, telepon, dan
lain sebagainya.
ii.
Berdasarkan Sifat
Ada tiga macam
kontak berdasarkan sifatnya yakni kontak kelompok dengan kelompok,
individu dengan kelompok, dan antar individu. Kontak antar individu dapat
dilihat saat seorang anak sedang belajar tentang kebiasaan yang dilakukan oleh
keluarganya. Kontak kelompok dengan kelompok dapat
dilihat saat pertandingan sepak bola antar siswa. Terakhir kontak antara
individu dengan kelompok dapat dilihat saat guru sedang melatih murid sehingga
murid mengikuti gerakan yang sama dengan guru mereka.
iii.
Berdasarkan Bentuk
Kontak mempunyai dua
macam bentuk yakni kontak negatif dan positif. Kontak positif hanya terjadi
pada kerja sama. Hal ini dapat dilihat saat penjual melayani pembeli dengan
baik. Kontak negatif hanya terjadi pada pertentangan dan dapat memutuskan
interaksi seperti perang antara Israel dan Lebanon.
iv.
Berdasarkan Tingkat Hubungan
Drai tingkat hubungan,
kontak dibagi menjadi kontak primer dan sekunder. Kontak primer dapat terjadi
saat orang tersebut langsung bertemu. Contohnya adalah melempar senyum,
berjabat tangan, dan lain sebagainya. Sedangkan kontak sekunder hanya
terjadi melalui media atau perantara. Media tersebut bisa berupa alat atau
orang. Kontak ini dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Misalnya
saat anda berbicara melalui telepon.
·
Komunikasi
Komunikasi adalah
pembacaan perasaan atau gerak-gerik fisik. Kemudian akan muncul ungkapan
perasaan dan sikap seperti menolak, takut, ragu, senang, dan lain sebagainya.
Ini adalah reaksi untuk pesan yang disampaikan melalui komunikasi tersebut.
Jika ada aksi dan reaksi, maka hal tersebut disebut sebagai komunikasi.
Komunikasi merupakan tindakan yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan
pesan kepada orang lain dan orang tersebut akan memberikan sinyal atau tafsiran
dari pesan tersebut dengan menunjukkan perasan atau perilaku.
Mungkin anda melihat bahwa komunikasi mirip dengan kontak namun meskipun
ada kontak, anda tidak dapat menjamin bahwa sudah terjadi komunikasi karena
kegiatan ini menuntut orang untuk memahami pesan yang disampaikan tersebut.
Komunikasi mempunyai
empat unsur yang terdiri dari umpan balik, pesan, media komunikasi Komunikator
(pengirim & penerima).
a) Pengirim merupakan
orang yang mengirimkan pesan kepada orang lain dan biasa disebut sebagai
communicator.
b) Penerima adalah orang
yang menerima pesan dari pengirim atau disebut communicant.
c) Pesan adalah
informasi yang disampaikan oleh pengirim kepada penerima.
d) Media merupakan
sarana atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut. Media terdiri dari 4 kelompok
yakni media massa, media publik, media kelompok, dan media antar pribadi.
e) Feed back atau umpan
balik merupakan reaksi yang dilakukan penerima terhadap pesan yang sudah
diterima.
3. Jenis –
Jenis Interaksi Sosial
Interaksi sosial
mempunyai berbagai macam bentuk dan dikelompokkan berdasarkan bentuk, cara, dan
subjek.
·
Interaksi Sosial
Individu dengan Individu adalah interaksi ketika dua individu bertemu secara
langsung dan melakukan interaksi satu sama lain walaupun itu dalam bentuk yang
sederhana seperti, saling menyapa dan tersenyum ketika berpapasan dijalan.
·
Interaksi Kelompok dan
Kelompok adalah interaksi ketika 2 kelompok yang berbeda saling
bertemu. Komunikasi yang terjalin bukan lagi berkaitan dengan hal-hal yang
bersifat pribadi melainkan kepentingan kelompok. Contohnya pertemuan antar
Ormas dsb.
·
Interaksi Individu
dan Kelompok adalah interaksi dimana seseorang berkomunikasi dengan
sekolompok orang atau lebih dari tiga orang. Seperti misalnya seseorang yang
berorasi di podium dsb.
4. Macam – Macam
Bentuk Interaksi Sosial
Interaksi sosial memikii
2 macam bentuk yakni Asoiatif dan Disosiatif. masing masing memiliki sub
bagian bagian lain yang berbeda.
·
Bentuk
Interaksi Sosial Asosiatif
Asosiatif adalah hasil
dari hubungan positif dan dapat menghasilkan persatuan. Berikut ini adalah
macam-macam interaksi sosial asosiatif:
a) Kooperasi
Ini adalah usaha bersama
yang dilakukan orang-orang untuk tujuan bersama. Dalam kerja sama tersebut, orang-orang
akan saling mendukung, bersinergi, dan saling membantu. Hasil dari kerja sama
ini dapat menghasilkan kerukunan seperti gotong royong yang dilakukan oleh
masyarakat desa.
b) Akomodasi
Apabila masyarakat mematuhi semua norma
yang berlaku di wilayahnya, maka hal ini disebut sebagai akomodasi. Bentuknya
adalah eliminasi, segregasi, adjudikasi, konsiliasi, mediasi, kompromi, dan
koersi. Tujuannya adalah menyatukan pemahaman dari berbagai kelompok tersebut
sehingga tidak ada yang bertikai.
c) Asimilasi
Ini adalah peleburan dua
kebudayaan berbeda dan menjadi satu kebudayaan baru untuk tujuan bersama.
d) Akulturasi
Ini mirip dengan
asimilasi namun kebudayaan asli dari kelompok tersebut masih ada. Dua budaya
berpadu dan menghasilkan budaya baru tanpa membuat budaya asli hilang.
·
Interaksi
Sosial Bentuk Disosiatif
Disosiatif adalah hasil
hubungan negatif dan dapat menimbulkan perpecahan. Berikut ini adalah
macam-macam interaksi sosial disosiatif:
a) Oposisi
Ini adalah kelompok atau
individu yang menyalahkan dan menentang sesuatu yang sudah lama dan pelakunya
disebut sebagai oposan.
b. Kompetisi
Ini adalah usaha yang dilakukan
untuk meraih prestasi dan menentukan yang terbaik.
c. Kontravensi
Ini berada di tengah-tengah
antara kompetisi dan oposisi. Hal ini membuat individu merasa bimbang karena
ketidakpastian dari individu lain atau menyembunyikan perasaannya karena
individu lain.
5. Ciri –
Ciri Interaksi Sosial
Adapun interaksi memiliki ciri- ciri yang diantaranya adalah:
·
Ada pelaku dengan jumlah lebih dari 1 orang.
·
Ada komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol-simbol.
·
Ada dimensi waktu (lampau, kini atau masa mendatang) yang menentukan
sifat aksi yang sedang berlangsung.
·
Memiliki tujuan-tujuan tertentu.
Tidak semua tindakan dapat dikategorikan
sebagai interaksi. Dalam interaksi harus ada orientasi timbal-balik dari
pihak-pihak yang bersangkutan. entah itu timbal balik dalam bentuk cinta
atau benci, melukai atau menolong, kesetiaan ataupun pengkhianatan.
6. Contoh
Interaksi Sosial
Berikut ini adalah
beberapa contoh dari interaksi sosial baik itu Contoh interaksi asosiatif
ataupun Disasosiatif dengan jenis Individu dengan individu, kelompok dengan
kelompok ataupun individu dengan kelompok.
·
Contoh
Interaksi Sosial Asosiatif
1) Proses musyawarah
masyarakat untuk menentukan ketua RT atau RW.
2) Pedagang dan Pembeli
yang sedang melakukan tawar menawar harga sebuah barang atau produk.
·
Contoh
Interaksi Sosial Disosiatif
1) Tawuran dua kubu
suporter sepakbola.
2)
Perdebatan
antara dua orang/kubu mengenai masalah siapa yang lebih baik antara Calon
Gubernur A dan Calon Gubernur B.

Komentar
Posting Komentar